BOSAN PASTI ADA
Hampir 2 minggu aku di trenggalek, rekankupun dipindahkan ke beda lokasi denganku dan tersisalah aku sendiri di rumah kost, serasa penghuni seutuhnya.
Sendirian memang bukan sesuatu yang baru bagiku, aku yang pada dasarnya memang tidak manja selalu melakukan semuanya sendiri, merantau sendiri, cari uang sendiri, kerja, semuanya sendiri.
Untungnya aku termasuk orang yang beruntung, tak pernah susah dengan kesendirian walaupun berat dihati.
Iya, berat di hati..
Jarang ada teman ngobrol, sekalinya ada, eh nggak seumuran, mana bisa luas cerita. Tapi dibalik itu semua, aku cukup bahagia sih disini. Walau kadang kitemui beberapa murid yang begitu menganggap sepele bahasa inggris tapi aku tetap bersyukur mereka mau belajar.
Cuma pantai dan hp lah penghiburku, tak lupa pemandangan pegunungan yang luar biasa indah. Cocok sekali untuk destress.
Dan kabar buruk kembali menerpa ketika kutahu bahwa aku akan menghandle cabang munjungan ini sendirian karena rekan pengganti yang katanya akan datang nanti setelah ternyata tidak jelas akan datang atau tidak, jadi akan dicari tutor lain untuk menggabtikan nya bersamaku disini.
Bosan memang, laptopku tinggal di pare, mana bisa aku leluasa mengetik kalau begini. Disinipun tak ada wifi, kuota makin lama makin menipis.
Yahh pengalaman oohh pengalaman.
Btw, aku senang sih beberapa students ku sudah ada yang lancar dalam speaking padahal masih kelas 5 sd. Kuharap mereka bisa tetap fokus belajar bersamaku. AAMIIN
#salam ayam goreng
Sendirian memang bukan sesuatu yang baru bagiku, aku yang pada dasarnya memang tidak manja selalu melakukan semuanya sendiri, merantau sendiri, cari uang sendiri, kerja, semuanya sendiri.
Untungnya aku termasuk orang yang beruntung, tak pernah susah dengan kesendirian walaupun berat dihati.
Iya, berat di hati..
Jarang ada teman ngobrol, sekalinya ada, eh nggak seumuran, mana bisa luas cerita. Tapi dibalik itu semua, aku cukup bahagia sih disini. Walau kadang kitemui beberapa murid yang begitu menganggap sepele bahasa inggris tapi aku tetap bersyukur mereka mau belajar.
Cuma pantai dan hp lah penghiburku, tak lupa pemandangan pegunungan yang luar biasa indah. Cocok sekali untuk destress.
Dan kabar buruk kembali menerpa ketika kutahu bahwa aku akan menghandle cabang munjungan ini sendirian karena rekan pengganti yang katanya akan datang nanti setelah ternyata tidak jelas akan datang atau tidak, jadi akan dicari tutor lain untuk menggabtikan nya bersamaku disini.
Bosan memang, laptopku tinggal di pare, mana bisa aku leluasa mengetik kalau begini. Disinipun tak ada wifi, kuota makin lama makin menipis.
Yahh pengalaman oohh pengalaman.
Btw, aku senang sih beberapa students ku sudah ada yang lancar dalam speaking padahal masih kelas 5 sd. Kuharap mereka bisa tetap fokus belajar bersamaku. AAMIIN
#salam ayam goreng
Komentar
Posting Komentar